Senin, 30 Maret 2009

Bakso Titoti


Kangeeennnn!!!!!
Udah lama banget nih nggak nulis di blog “enyak..enyakk..enyaaaak”.
Maklum, tugas sebagai KM (baca: kroco mumet) makin lama makin variatif dan tidak terkontrol. ^_^

Lanjuuuut…..
Bakso!! Lagi-lagi bakso!
Nggak bisa nggak, kalo nggak makan bakso seminggu rasanya hidup tidak komplit, ibarat bangun tidur nggak mandi, atau mau tidur nggak gosok gigi!
Halaaah…

Kali ini saya mau mengulas tentang Bakso TITOTI. Sebenernya saya sudah beberapa kali makan disini, tapi emang nggak sempet moto. Maklum, kalo dah liat mangkok bakso kok yah langsung jadi norak. Sluuurrrphh…..
Kali ini pun saya Cuma bisa moto “gerobak ngetem”nya ajah, karena bakso sudah sukses masuk perut.

Dari model dan aroma, baksonya khas bakso dengan kaldu kental daging (atau sumsum) sapi. Nggak jauh beda ama bakso kelas menengah lainnya.
Tapi soal rasa, hmmm… ini cukup special. Gurih, berserat, membal, dan agak creamy. Soal harga juga nggak mahal kok, nggak tembus 10ribu buat seporsi.
Dilihat dari ukuran sih nggak terlalu besar, tapi ternyata nendang juga lho. Lumayan deh, tiga sampe empat jam naga diperut bisa dibuat tidur.

Nggak caya? Buktiin aja sendiri!

Lokasinya Pancoran sanaan dikit, kearah Pasarminggu.
Kalo dari Tebet (Saharjo), lewat lampu merah Pancoran, nah lokasinya sebelah kiri, nggak jauh dari RS Tria Dipa, deket Carrefour yang bekas ALFA.

YM for tourkuliner

Sabtu, 21 Februari 2009

Philippine's Chicken Adobo dan Achara- Masarap!



Minggu lalu saya diajak makan siang di rumah seorang kolega keturunan philippine. Hari itu adalah Philippine Fiesta menyajikan masakan khas philipine di meja makan. Telah hadir lebih dulu di meja makan adalah personil band The Fortissimo dari Philippine yang manggung di Grand Hyatt Jakarta. Meja makan oval itu penuh dengan berbagai masakan Philippine.Tampak tak jauh beda dengan masakan Indonesia karena yang disajikan adalah sup buntut dan variasi semur ayam/daging.
Orang Philippine menamakan semur ayam ini sebagai Chicken Adobo. Chicken Adobo ini adalah makanan nasional negeri dari juara dunia tinju Manny Pacquiao ini. Adobo berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “marinade”. Ayam di –marinade dengan soy sauce, vinegar,bay leaf , crushed garlic dan peppercorns. Marinade ini memberikan taste yang agak asam, bukan manis seperti semur ayam ala ibu saya di rumah. Kadar asam sesuai selera dapat dibuat dengan mengganti tipe vinegar dengan tingkat keasaman yang diinginkan. Rasa asam ayam yang saya makan ini mengingatkan saya akan rasa bumbu sarden kalengan. Geli juga membayangkan kalau saya makan ayam disiram bumbu sarden.
Sebagai teman makan atau side dish ada yang namanya Achara yang memang teksturnya mirip acar atau pickles. Achara ini dibuat dari irisan papaya yang difermentasikan. Lagi-lagi rasanya asam-asam begitu juga. Lidah saya masih merasa asing dengan rasa asam-asam ala Philippine ini walaupun teman-teman philippine disana terus menambahkan makanan ke piring saya. Sambil menikmati akhirnya saya bisa berkata bahwa Chicken Adobo ini ,”Masarap!. (Lezat, Tagalog)

Minggu, 08 Februari 2009

Makanan Khas Bogor di Dewi Sri

Allo Rekan TourKuliner,

Kali ini kita ke daerah Bogor. Tentu Anda tahu di Bogor terkenal dengan Masakan Sunda dan Asinan Bogornya. Nah ada satu tempat yang pas di mana aura masakan Bogor jadi satu.

Adanya di Kantin Dewi Sri. Kantin Dewi Sri mudah mencarinya, terletak di Jalan Pajajaran Bogor, di sebelah kiri jalan dari arah Tajur ke arah Terminal Baranangsiang. Kantin tersebut 2 tingkat terletak di pertokoan yang menyediakan parkir yang mencukupi.

Saya baca dari satu tulisan, Dewi Sri adalah nama yang sangat dikenal orang Bogor, dipercaya sebagai putri Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran yang ibukotanya di Bogor. Bahkan dalam mitologi Dewi Sri dianggap sebagai Dewi Padi. Makanya pas penamaan kantin ini yang bisa mewakili masakan sunda khas Bogor.

Pada saat saya makan di Kantin Dewi Sri, saya tertumbuk pada makanan kesukaan saya yaitu jengkol. Ternyata di sini tersedia masakan sunda dengan variasi lauk pauk dan sayurannya, diantaranya ayam goreng, empal, tahu, telor, jengkol, sambal dan tentunya lalapan. Pilihannya cukup banyak. Pada saat saya merasakan ayam dan jengkol nya wah memang sesuai selera saya. Saya berpikir untuk suatu waktu jika ke Bogor harus balik ke tempat ini mencobanya lagi.

Sudah menjadi rahasia umum kalau datang ke Bogor, salah satu oleh-olehnya adalah asinan. Untuk referensi asinan sering disebut Asinan Dewi Sri yang dekat Terminal Baranangsiang. Memang Kantin Dewi Sri awalnya terletak di Baranangsiang, tetapi saat ini tinggal asinan saja yang tersedia di dekat Terminal Baranangsiang. Kantin Dewi Sri telah berpindah ke jalan pajajaran ini.

Di Kantin Dewi ini tentunya tersedia asinan tersebut, baik itu asinan sayur dan buah.

Saya dan beberapa teman yang pernah merasakan asinan Dewi Sri menggambarkan asinan ini enak, bumbunya nampol banget!! Tidak ada duanya, apalagi buahnya tiap hari ganti. Rasanya enak, seger, pedes, dan maknyuzzzz.

Jadi jangan lupa kalau ke Bogor mampir ke Kantin Dewi Sri dan beli asinannya.

Salam

Jumat, 02 Januari 2009

Soto Ayam Ambengan di daerah Tulodong




Soto Ayam Ambengan Cak Di

Halo apa kabar sahabat kuliner?

Pada kesempatan ini kita cicipi Soto Ayam Ambengan asli Surabaya yang pastinya oke banget di daerah Jakarta tanpa kita harus datang ke kota Surabaya. Kedai soto ayam ini terletak di jalan Tulodong Atas No. 9 Jakarta Selatan, yang tak jauh dari Kawasan SCBD Sudirman ataupun jalan Senopati. Sangat mudah untuk mencarinya, hanya dengan melihat banyak mobil yang terparkir di jalan Tulodong Atas, maka kita langsung dapat menemukannya. Begitulah, bila waktu makan siang pada hari kerja tiba, maka banyak sekali para pecinta soto ayam yang datang ke tempat ini. Dengan demikian parkir saja sudah dipadati mobil pengunjungnya, apalagi ketika memasuki ke kedai ini pada waktu makan siang.....wah wah wah....bukan main....kita harus antri dulu, karena di dalam kedai sudah dijejali banyak manusia yang sedang melahap soto.

Isi soto dapat kita pilih sendiri, apakah isi daging ayam saja yang tentunya harganya paling maksimum, ataupun dapat dicampur dengan jeroan, seperti ati ampela, usus, maupun telor ayam muda, ataupun bagian-bagian ayam lainnya yang disediakan pula di sini dengan harga yang bervariasi. Kita juga bisa memesan minuman standar yang disediakan seperti teh kemasan botol, maupun teh yang diseduh sendiri oleh bartender di dapur, minuman jeruk, sampai dengan jus berbagai buah-buahan dan variasi es yang tersedia di sini.
Suapan demi suapan begitu nikmatnya, apalagi bagi anda para pecinta soto ayam jangan sampai tidak mencobanya.Sayangnya satu porsi yang disediakan di sini kurang "jumbo", jadi bagi anda yang biasa makan dengan porsi berlebih, siap-siap saja untuk minta tambah terus.
Oke, anda berminat? hanya dengan sekitar 15 ribu per porsi soto ayam, anda sudah dapat menikmatinya. Anda berpikir satu porsi soto tersebut mahal? mmmmhhh....bisa iya dan mungkin bisa saja tidak, tergantung bagaimana anda menyikapinya.......

Wassalam

HP